Hal – hal yang harus diperhatikan sebelum membuat web / blog

387

Membuat blog atau website sekarang memang semakin mudah, berbagai cms (content management system) yang gratisan bisa dipilih sesuai kebutuhan dan selera. Tutorialnya bertebaran di jagad blogsphere, tinggal digoogling aja, modal utamanya hanya kemauan untuk belajar. Tapi bagi yang tidak mau repot dan memiliki budget berlebih, bisa menggunakan jasa webmaster yang juga bisa digoogling.

Saya pernah ikut dalam proses pembuatan beberapa web. Pada beberapa kasus ternyata ada yang janggal. Entah karena kehebatan sang marketing, atau memang keinginan si klien, pembuatan web tersebut diserahkan sepenuhnya kepada sang web designer tanpa ada konsep dari klien. Yang saya perhatikan klien-nya tak mengerti masalah web, mungkin hanya ikutan tren supaya perusahaan atau organisasinya punya web. Pihak marketingnya pun sepertinya tidak memberikan penjelasan mengenai seluk beluk website.

Setelah web tersebut jadi dan online, jangankan ada pengunjung yang datang, newsletternya pun tampak masih kosong beberapa bagian. Sudah bisa ditebak kisah web tersebut kemudian mati suri. Hanya tinggal menunggu waktu sewa hosting habis untuk menjadi mati betulan. 😆

Dari pengalaman tersebut, saya mengambil kesimpulan sederhana bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membangun website ( mungkin berlaku juga untuk blog)

Tujuan

Ketika kita memutuskan untuk membuat sebuah blog atau website, pasti ada sesuatu yang ingin kita capai dari keputusan tersebut. Itulah tujuan! Banyak sekali tujuan dari lahirnya suatu blog atau web. Ada yang hanya ingin sekedar menulis, sekedar sharing pengetahuan, sharing berita, sebagai personal branding, branding perusahaan atau organisasi, sebagai lapak online (jualan : red), bahkan sebagai ladang pengais dollar.

Semakin jelas tujuan kita maka semakin jelas pula langkah – langkah yang harus kita tempuh pada tahapan selanjutnya.

Tujuan seperti arah kemana kita harus menendang bola

Perencanaan

Tahap selanjutnya adalah perencanaan. Ini sudah mulai masuk wilayah teknis untuk mencapai tujuan tersebut. Apa yang ingin kita tulis, newsletter apa yang ingin kita tampilkan, targetnya siapa, designnya bagaimana, alur sistem informasinya dan banyak lagi yang harus kita pikirkan pada tahapan ini.

Perencanaan juga meliputi target – target jangka menengah untuk mencapai tujuan tadi. Misalkan tujuan kita ingin membuat blog sebagai ladang pengais dollar. Tahun pertama kita fokus pada mencari pengunjung dan meningkatkan pagerank. Tahun kedua baru kita bisa mendapat dollar dengan menjual link atau dari PPC (Ini hanya sekedar contoh).

Para pakar manajemen dan marketing selalu memberi penekanan lebih pada tahapan ini, karena seperti istilah umum “gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan”. Semakin jelas dan detail perencanaan yang kita buat, semakin besar peluang kita mencapai tujuan dan meminimalisir kegagalan.

Hi..tulisannya jadi tampak menakutkan. Tenang dulu… itu bersifat umum kok. Intinya ada pada tujuan awal kita. Misalkan kita hanya ingin sekedar menulis dan berbagi ilmu, sepertinya tak perlu perencanaan yang “ngejelimet”. Sederhanakan saja… 😆

perencanaan berarti memikirkan bagaimana cara mencetak gol dan berapa gol yang ingin kita buat

Maintenance

Ini sering terlewatkan. Untuk blog perorangan, sudah pasti dari tahapan awal sampai akhir semua dilakukan sendiri. Tapi bagaimana dengan blog atau website yang dibangun oleh beberapa orang, tampaknya perlu pembagian tugas yang jelas… Siapa yang mengurusi masalah error di programnya, siapa yang menulis postingan atau newsletter, trus siapa yang menjawab email masuk. Semakin kompleks sebuah blog atau website semakin banyak pula energi yang terkuras untuk mengurusnya.

Maintenance membuat stamina terjaga, sehingga bisa terus berlari dan menendang bola

Evaluasi

Tahapan ini mungkin tidak termasuk pada tahap persiapan, tapi untuk melengkapi dan mengingatkan saja. Sebuah tujuan pasti memerlukan evaluasi. Apakah target – targetnya tercapai atau tidak, apakah design interfacenya perlu perubahan atau tidak? Untuk yang paham dunia manajemen mungkin akan menggunakan analisis SWOT. (Apaan tuh? Googling aja ya…)

Sekali lagi jangan dibuat rumit, ketika kita mengganti tema blog dengan tampilan yang diperkirakan lebih bersahabat dengan pengunjung, berarti secara tidak sadar kita telah melakukan evaluasi 😆 .

Evaluasi berarti memperbaharui strategi seperti perubahan formasi dan pergantian pemain

Dasar amatir, kok tulisannya jadi seperti mata kuliah manajemen dasar. “Manajemen Blog” bagus juga istilahnya. Tapi sayang, saya kurang paham masalah kaya gitu, jadi tak berani menggunakan istilah keren tersebut. Ayo siapa yang mau melengkapi…

SHARE
Previous articleJenis WordPress
Next articleCara Main PTC (Tutorial Singkat)
Seorang desainer sekaligus blogger dengan hobi tidur siang. Hanya belajar, belajar dan belajar.... Seperti kata naruto "Tak ada jalan pintas untuk menjadi seorang Hokage".