Tips sederhana menyikapi CSS Cross Browser

706

CSS Cross Browser adalah salah satu hal yang menarik dalam dunia CSS. CSS Cross Browser ini muncul karena ketidak seragaman browser dalam menerjemahkan CSS, hasilnya tampilan website atau blog yang menggunakan CSS kadang akan terlihat berbeda jika dilihat dengan browser yang berbeda. Berarti untuk bisa menghasilkan desain website yang benar – benar lolos CSS Cross Browser, kita harus mempelajari cara baca browser terhadap CSS satu persatu.

Bagi pemula seperti saya, hal tersebut sangat mengerikan. Belajar CSS-nya saja sudah cukup merepotkan apalagi harus Cross Browser pula. Tenang dulu… mari kita lihat beberapa hal yang bisa kita siasati sebagai pemula.

Satu Browser dulu

cssKetika kita mulai belajar, lupakan dulu cross browser dan fokus di satu browser saja. Karena jika kita telah paham CSS untuk satu browser, maka akan lebih mudah jika ingin membuat CSS untuk browser lain. Tinggal lakukan hack atau penyesuaian pada beberapa bagian yang tampak berbeda dengan browser awal yang kita jadikan fokus.

Perlu diingat, bahwa diantara para browser tersebut, kesamaannya lebih banyak dari perbedaannya. Jadi penyesuaian tersebut biasanya hanya pada beberapa bagian kecil.

Target pengunjung dan persentase pengguna browser

Trus lebih baik kita fokus di browser yang mana? Tergantung untuk siapa website tersebut kita buat atau siapa calon pengunjungnya? Setelah kita memperkirakan calon pengunjung website kita, kita bisa menggunakan data pengguna browser bulan November 2010 dari statcounter sebagai bahan pertimbangan.

  • Global : IE (48,16%), Firefox (31,17%), Chrome (13,35%)
  • Eropa : IE (38,91%), Firefox (38,50%), Chrome (13,09%)
  • Indonesia : Firefox a(79,1%), Chrome (10,5%), IE (5,82%)

Contohnya, jika kita ingin membuat website berbahasa indonesia dengan target pengunjung orang indonesia, kita bisa fokus lebih dulu di Firefox. Baru setelah firefox selesai kita bisa melakukan penyesuaian untuk Chrome dan IE.

Cari dengan spesifik

Singkat cerita, kita telah selesai dengan satu browser dengan sempurna. Sekarang saatnya kita melakukan penyesuaian untuk browser lain. Jika kita berhasil membuat semantik dan koding yang bersih, biasanya perbedaannya sangat sedikit.

Nah untuk mengatasi perbedaan tersebut, bisa kita cari di google atau mesin pencari lain. Atau di blog – blog para master yang fokus membahas web design, manfaatkan form search yang ada. Dan cari dengan spesifik masalah cross browser yang kita butuhkan.

Terus belajar dan berlatih!

Jangan bersedih jika belum menemukan solusinya, toh website kita akan tetap terlihat sempurna di sebagian besar pengunjung kita (point no.2).

Jangan sungkan bertanya kepada para master di blog mereka tapi jangan terlalu memaksa untuk segera mendapat solusinya. Mereka orang sibuk kawan. Siapa tahu suatu saat mereka menjawabnya sebagai postingan di blog mereka, untuk itu jangan lupa berlangganan via email.

Tulisan ini tidak untuk menyelesaikan masalah CSS Cross browser tapi untuk mengurangi perasaan “underestimate” yang sering saya rasakan sebagai pemula ketika mendengar CSS cross browser.

Intinya teruslah belajar dan berlatih, masalah cross browser ini pun akan terselesaikan satu persatu. Seperti kata naruto,

Tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang hokage

SHARE
Previous articleMengenal Dashboard WordPress
Next articleCara membuat postingan di wordpress
Seorang desainer sekaligus blogger dengan hobi tidur siang. Hanya belajar, belajar dan belajar.... Seperti kata naruto "Tak ada jalan pintas untuk menjadi seorang Hokage".
  • Thanks Buat infonya…
    kalo boleh tanya…
    1. Bagaimana jika kita tidak tahu segmentasi user?
    2. Bagaimana menyikapi jika menggunakan IE 5,6,7,8 dan 9
    terima kasih

    • maaf ya… saya pun masih belajar. Pada dasarnya untuk mengantisipasi semua kemungkinan, web yang kita buat harus benar-benar lolos cross browser. Untuk pertanyaan kedua, saya belum bisa jawab.

  • Bisa menggunakan prefixr. Websitenya di http://www.prefixr.com