Pengenalan Dasar PHP

152

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs Personal) pertama kali dikembangkan oleh Rasmus Lerdolf pada tahun 1995, di desain sebagai alat tracking pengunjung web site Lerdolf yang pada waktu itu berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan. Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/PHP).

Skrip PHP disisipkan dalam HTML seperti berikut:

<?php

//Skrip PHP di tulis disini.

?>

Kemudian ditampilkan pada layar dengan menggunakan perintah “print” atau “echo”. PHP tidak akan mengeksekusi program yang diawali dengan tanda “//” untuk single-line atau diantara /* dan */ untuk lebih dari satu baris yang akan dianggap sebagai comment.

Walaupun ada kemiripan denagn bahasa C, variable di PHP tidak perlu dideklarasikan terlebih dahulu dan bertipe dynamic atau ada yang menyebut varant . Variabel diawali dengan tanda $(dolar) dan satu buah perintah diakhiri dengan tanda ;(titik koma). Berikut contoh sederhana kode PHP:

<?php

$text = “ini adalah string”;

$number =13;

//data bertipe array

$warna[0] = ‘Merah’;

$warna[1] = ‘Jingga’;

$warna[2] = ‘Kuning’;

$warna[3] = ‘Hijau’;

//atau inisialisi array dapat pula dilakukan seperti berikut

$warna = array(‘Merah’, ‘Jingga’, ‘Kuning’, ‘Hijau’);

//atau indeks array bisa juga di inisialisasi seperti ini

$siswa =array(‘NIS’=> ‘0123 ‘, ‘Nama’=>’Bill’, ‘Kelas’=>3, ‘Alamat’=>’Jl. Setiabudi 22 ‘);

//NIS, Nama, Kelas dan Alamat adalah indeks array dan 0123, Bill, 3 dan

//Jl.Setiabudi 22 adalah nilai array

?>

Skrip untuk menampilkan kode tersebut ke dalam browser adalah:

<?php

echo $text; //ini adalah string

echo $number; //13

echo $warna[0]; //Merah

echo $warna[1]; //Jingga

echo $warna[2]; //Kuning

echo $warna[3]; //Hijau

//atau bisa juga seperti ini

foreach($warna as $nilai){

echo $nilai.’ – ‘; //Merah – Jingga – Kuning – Hijau

// Tanda .(titik) digunakan untuk menggabungkan 2 buah variable atau lebih.

}

//untuk menampilkan nilai array yang inbdeknya diinisialisasi dengan karakter/string

echo $siswa[‘NIS’]; //0123

echo $siswa[‘Nama’]; //Bill

echo $siswa[‘Kelas’]; //3

echo $siswa[‘Alamat’]; // Jl. Setiabudi 22

?>

SHARE
Previous articleInstalasi XAMPP di localhost
Next articleArray PHP
"Jangan kecewa apabila hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan, Percaya bahwa semuanya adalah kesuksesan, bukan kegagalan. Mengapa saya punya banyak kesuksesan? saya tahu banyak usaha yang gagal." - Thomas Alfa Edison -