Pengenalan JavaScript

252

JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape pada tahun 1995, yang mula nya bernama “LiveScript” yang katanya nie.. hanya berfungsi sebagai bahasa sederhana untuk browser Netscape Navigator 2 yang sangat popular pada saat itu. Kemudian Netscape bekerja sama dengan Sun Microsystem sang pengembang pemrograman ‘Java’ dan pada tanggal pada tanggal 4 desember 1995 Netscape mengubah namanya menjadi ‘JavaScript’. Pada saat yang bersamaan Microsoft sendiri mengadaptasi teknologi ini dan mereka menamakan nya ‘Jscript’ untuk keperluan browser milik mereka Internet Explorer 3….wah wah huebat tenan Mr. Bill Gates nie gak mau ketinggalan. Sampai sekarang, JavaScript adalah bahasa scripting yang popular di internet dan dapat bekerja di sebagian besar browser popular seperti Mozilla FireFox, Netscape , Internet Explorer (IE), dan Opera. Dan yang paling woke, JavaScript ini bersifat open source alias bebas pake tanpa harus dipusingkan dengan urusan lisensi serta fungsi-fungsi untuk keperluan khusus telah terkumpul dalam bentuk library khusus seperti jQuery dan scriptaculous, pemakaiannya pun dapat lebih mudah dan cepat serta lebih fowerfull. (berbagai sumber)

Sebagai pengenalan, nyok kita liat beberapa contoh sederhana kode JavaScript berikut.

JavaScript dapat disisipkan dalam tag HTML dengan menggunakan tag script

//<js

<script type=”text/javascript”>

//Kode Javascript

</script>

//&gt;js

Sama halnya seperti PHP kode yang berada setelah tanda “//” tidak akan di eksekusi. Kode JavaScript dapat dituliskan dibagian head, body atau di tulis pada file external.

Kode JavaScript di bagian head

//&lt;js

<html>

<head>

<title>javascript di bagian head</title>

<script type=”text/javascript”>

function sayhi(){

alert(‘Hi, Aku di eksekusi setelah halaman selesai di load’);

}

</script>

</head>

<body onload=”sayhi()”>

<p>Ini adalah halaman web</p>

</body>

</html>

//&gt;js

Kode JavaScript di bagian body

//&lt;js

<html>

<head>

<title>javascript di bagian body</title>

</head>

<body>

<script type=”text/javascript”>

alert(“Hi, Aku di eksekusi saat halaman web di load/sebelum halaman selesai di load”);

</script>

<p>Ini adalah halaman web</p>

</body>

</html>

//&gt;js

Jika kita perhatikan dari contoh pertama, tulisan “Ini adalah halaman web” akan muncul sebelum “Hi, Aku…” muncul. Berbeda dengan kode yang disisipkan di bagian body, “Hi, Aku…” akan muncul sebelum “Ini adalah halaman web” muncul di halaman web. Wokoke begitulah kira-kira perbedaan penempatan skrip.

Kode JavaScript yang tersimpan di file external ber-ekstensi .js dan dapat dipanggil di bagian head atau body dengan menyertakan source dari file eksternal JavaScript tersebut. Keuntungan dari penulisan secara eksternal ini, kita dapat menjalankan JavaScript pada halaman yang berbeda tanpa harus menulis ulang skrip di setiap halaman.

Contoh kode JavaScript yang disimpan file eksternal:

//&lt;js

//fungsi ini di panggil setelah halaman selesai di load

window.onload = function(){

alert(‘Hi, Aku berasal dari file external sayhi.js’);

}

//&gt;js

Kemudian kita simpan file tersebut sebagai sayhi.js. Untuk memanggil kode tersebut  sisipkan source JavaScript dalam tag HTML seperti berikut:

//&lt;js

<html>

<head>

<title>javascript di bagian head</title>

<script type=”text/javascript” src=”sayhi.js”></script>

</head>

<body>

<p>Ini adalah halaman web</p>

</body>

</html>

//&gt;js

Penulisan src=”sayhi.js” pada contoh diatas harus sesuai dengan file kode JavaScript disimpan. Jika file disimpan dalam folder js, src ditulis menjadi src=”js/sayhi.js”.

SHARE
Previous articleHatEnLove :Wu Wei v.1.1
Next articleMessageBox dalam JavaScript
"Jangan kecewa apabila hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan, Percaya bahwa semuanya adalah kesuksesan, bukan kegagalan. Mengapa saya punya banyak kesuksesan? saya tahu banyak usaha yang gagal." - Thomas Alfa Edison -